
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
hari ini adalah hari latihan mandiri kami di bangsal. kami di sini latihan dramanya supaya…
Pada hari ini, saya dengan teman-teman (Hansen, Jocelyn, Steven, George, dan Justin) pergi ke tempat…
Agar deadline poster dan trailer bisa terkejar, hari ini Sie Website and Publications berkumpul bersama…
saya dan teman saya kristoff bekerja bersama sama dalam membuat background menggunakan unreal engine yang…
saya dan team saya membuat sound effect dan menambahkan beberapa elemen baru di background guna…