
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Pada tanggal 10 Desember kami melakukan proses pilox pada kertas bekas sebagai bahan dasar untuk…
Pada tanggal 9 Desember kami melanjutkan pengerjaan bagian bata dengan menempelkannya satu per satu pada…
Pada tanggal 8 Desember kami mulai mengerjakan latar yang akan ditempelkan pada pipa bagian belakang…
Pada tanggal 4 Desember seluruh bagian sisi penjara akhirnya berhasil diselesaikan. Setelah itu kami mulai…
Pada tanggal 3 Desember proses pembuatan dekor sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa sisi penjara berhasil…