
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Hari ini saya dan teman-teman saya mengukur dimensi penjara. Hal ini kami lakukan karena aka…
Hari ini saya dan teman-teman berlatih di Marvell City. Hari ini kami melakukan runthrough dan…
Hari ini saya dan teman-teman melanjutkan mengecat senapan dan menyampul buku. Menurut saya, pekerjaan ini…
Hari ini kami melakukan latihan bersama sie acara di bangsal. Kami melakukan runthrough dari awal…
Hari ini saya dan tiga teman sie dekorasi pergi ke sekolah untuk mengecek penjara yang…