
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Pada tanggal 13 Januari 2026 kami latian bersama diberi fasilitas di francis room, untuk mematangkan…
Pada tanggal 14 Januari 2026, kami latian bersama di bangsal untuk gladi bersih lagi dengan…
Pada tanggal 12 Januari 2026, saya melakukan latihan scene drama di Vhall sekolah. Saya berlatih…
Tanggal 15 Desember 2025, kami melanjutkan rangka penjara, walaupun ada beberapa yang putus dan pecah…
Tanggal 8 Desember 2925, kami latihan uprak lagi dirumah kevin dan kami juga merayakan ultah…