
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Latihan adegan 2 dan membenarkan Penjara pipa bersama teman teman
Latihan scene 1, Pembenaran intonasi, dan gerakan. Latihan bersama lawan mmain yaitu Tandyo
Latihan Aktor (Yusuf Scene 1 & 2), mencoba menghafalkan dan mendalami peran sebagai Yusuf
Pada hari ini saya membantu untuk menyelesaikan scene 2 dan scene 3 yang perlu direvisi.
Pada hari ini saya membahas dengan salah satu anggota scriptwriter untuk membahas bagaimana scene 2…