
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
XII-A5 Kelompok 5 Edward Setiawan/XII-A5/6Gloriana Joy/XII-A5/10Hansen Utomo/XII-A5/12Kevin Reinhart Wibowo/XII-A5/19Levana Goldie/XII-A5/21Matthew Devin Tranggono/XII-A5/23Nichole Garner Tanuwijaya/XII-A5/26
Pada saat itu adalah latihan pertama kita dengan bu dahlia, dan juga latihan pertama lighting…
pada saat itu, anggota” perkap yang lain belum datang di rumah kevin, sedangkan deadline penjara…
KELOMPOK : Benedict Dave Cedrick Hadisutanto/03 Celine Josephina Adiputra/04 Christopher Henoch Hermawan/05 Helena Angelina Bani/13…
hari ini saya latihan menjadi aktor dan juga perlengkapan. Saya harus dapat membagi tugas dengan…