
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Kebersamaan yang Tersaji di Meja Mahjong dan Dapur XII A5 Hari Jumat, 3 Oktober 2025,…
Dalam budaya Tionghoa, Mahjong merupakan sebuah permainan tradisional yang dikembangkan sejak berabad-abad lalu. Permainan ini…
Alat dan Bahan Guo Bao Rou (锅包肉): Alat dan Bahan Dou Hua (豆花): BAHAN UTAMA DOU HUA…