
Trailer coming soon.
Di setiap langkahnya, dunia menuntut kompromi. Bahkan, kesetiaan bisa berubah menjadi ilusi dalam sekejap. Ia tahu ketika ia berjalan di garis tipis antara hidup dan mati, ancaman bisa datang kapan saja. Di antara papan dan senapan, Mongisidi berjalan di dunia yang dikuasai tangan asing. Papan tulis berubah menjadi medan tempur, kapur menjadi debu sejarah, dan tangan yang dahulu menulis kini belajar menggenggam senjata. Tatkala Belanda datang, ia memilih bergabung dengan laskar. Merebut senjata tanpa menumpahkan darah. Berperang gerilya hingga malam menutup medan pertempuran. Kebebasan selalu punya harga, dan ia membayarnya dengan nyawanya sendiri.
Tercatat, Robert Wolter Mongisidi.
Di video yang disediakan di atas, saya bersama teman – teman saya sedang berlatih akting…
Di foto ini saya sedang mengecek barang properti yang baru sampai dan menyiapkannya untuk dipindah…
Saat penjaranya dibawa ke sekolah, pipanya lepas. Saya di foto ini sedang mengelem ulang pipanya.
Benedict Dave C.H./XII A5/03Celine Josephina A./XII A5/04George Matthew W./XII A5/09Hansen Utomo/XII A5/12Jerald Russel W./XII A5/14Nichole…
Christopher Henoch Hermawan / XII A5 / 05 Grace Natalia Djohan / XII A5 /…